Extra Ordinary Dream

Month

May 2012

1 post

May 29, 20121 note
#Pemandangan #waktu SMA #Gambar

April 2012

2 posts

Apr 14, 2012
#cimory
“aduh jerawatan mulu nih…. grrrr -____-” bagi solusinya dong!” —
Apr 6, 2012

March 2012

3 posts

Sejarah Perkembangan Setanisme (Pemuja Setan)

Satanisme secara singkat dapat diartikan sebagai penyembahan setan dan menjadikannya sebagai Tuhan. Gerakan sesat ini memiliki ajaran melaksanakan hal-hal yang oleh agama dianggap berdosa. Satanisme juga menerima setan, lambang kejahatan, sebagai pemimpin dan pembimbing.

Kaum Satanis, yakni para pengikut ajaran satanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini.

Di antara abad ke-14 dan ke-16, para tukang sihir dan orang yang menolak agama sama-sama memuja setan. Setelah tahun 1880-an, di Prancis, Inggris, Jerman, dan sekaligus di berbagai negara lain di Eropa dan Amerika, Satanisme diatur dalam perkumpulan dan tersebar di kalangan orang yang mencari keyakinan dan agama lain.

Penyembahan setan terus berlanjut sejak abad ke-19, mula-mula sebagai Satanisme tradisional, lalu dalam aliran sesat yang lebih kecil yang merupakan pecahannya.

Upacara kejam yang dilakukan oleh tukang sihir dan orang-orang tak bertuhan, pengorbanan anak dan orang dewasa kepada setan, perayaan Misa Hitam dan upacara Satanisme tradisional lainnya telah diwariskan diam-diam secara turun temurun.

Lambang Satanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan.
Para ahli sejarah yang menelusuri asal-usul sosok berkepala kambing ini telah menemukan beberapa petunjuk penting tentang kegiatan Satanis.

Lambang Satanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran. Yang menarik, ada dua perkumpulan rahasia lainnya di samping para Satanis yang menggunakan Baphomet dan pentagram sebagai lambang.

Yang pertama adalah perkumpulan Kesatria Biara Yerusalem (Knight Templars), yaitu perkumpulan yang dituduh oleh Gereja Katolik sebagai penyembah setan, dan dibubarkan pada tahun 1311.

Perkumpulan lainnya adalah perkumpulan Mason yang telah bertahun-tahun lamanya menimbulkan rasa penasaran karena kerahasiaan dan upacaranya yang aneh.

Banyak ahli sejarah, yang telah menyelidiki masalah itu, percaya bahwa terdapat hubungan antara Kesatria Biara Yerusalem dengan perkumpulan Mason.

Menurut mereka, kedua kelompok itu saling melanjutkan satu sama lain. Sesudah Kesatria Biara Yerusalem dilarang oleh Gereja, perkumpulan itu melanjutkan keberadaannya secara rahasia dan akhirnya berubah menjadi paham Mason.

Yang pasti tentang Freemasonry adalah perkumpulan ini bersifat amat rahasia, punya susunan organisasi, dengan anggota di seluruh pelosok dunia.

Uraian yang diberikan para ahli seperti Leo Taxil, yang pernah menjadi seorang Mason, namun telah keluar dari perkumpulan itu, mengatakan bahwa para Mason amat menghormati Baphomet dan melangsungkan upacara yang menyerupai tata-cara penyembahan setan.

Kenyataan lain yang menimbulkan kecurigaan adalah bahwa banyak pengikut Satanisme yang kemudian menjadi anggota organisasi Masonic.

Kini, para Satanis telah meninggalkan upacara dan markasnya yang rahasia itu, untuk keluar ke jalan-jalan. Para Satanis bergiat di setiap negara untuk menyebarkan ajarannya dengan gigih dalam buku-buku, terbitan berkala, dan terutama di Internet dalam usaha mereka menarik anggota.

Tak peduli di negara mana pun mereka berada, para Satanis menampilkan citra yang sama. Cara berpakaian, tata cara penyembahan, kesamaan surat yang mereka tinggalkan sebelum melakukan bunuh diri dan ciri lainnya menunjukkan bahwa Satanisme bukanlah gerakan biasa yang dipenuhi para penganggur, melainkan sebuah organisasi yang sengaja bersandar pada landasan pemikiran.

Satanisme dan Materialisme

Pada dasarnya aliran Satanisme dibagi menjadi dua macam, yaitu Teistik dan Atheistik. AliranTeistik atau biasa disebut juga Satanisme Tradisional adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai Dewa.

Sedangkan aliran Atheistik adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak menganggap adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah, melainkan mereka menggunakan “Setan” sebagai simbol pada diri manusia, sebagai simbol keduniawian dan keserakahan atau dengan kata lain mereka dapat dikatakan menyembah diri mereka sendiri.

Salah satu Aliran Satanisme Atheistik yang terkenal adalah Gereja Setan (the Church of Satan) yang didirikan oleh Anton Szandor LaVey (Anton LaVey), karena namanya aliran ini disebut dengan aliran LaVeyan.

Suatu ciri kaum Satanis masa kini adalah mereka semua atheis (tidak mengakui Tuhan). Mereka juga sekaligus kaum materialis, artinya mereka hanya percaya kepada keberadaan benda belaka.

Mereka mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Oleh karena itu, kaum Satanis tidak percaya kepada setan sebagai makhluk yang nyata.

Meskipun disebut sebagai penyembah setan, mereka tidak mengakui adanya setan. Bagi kaum Satanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan mereka terhadap agama dan kekerasan hati mereka.

Dalam sebuah tulisan yang berjudul “Pengantar Setanisme” yang diterbitkan Gereja Setan, dinyatakan bahwa para Satanis sebenarnya adalah Atheis.

Satanisme adalah sebuah agama yang tak mengenal Tuhan dan menganut paham tidak ada yang perlu ditakuti selain akibat tindakan kita.

Kaum Satanis tidak percaya adanya Allah, malaikat, surga atau neraka, iblis, setan, ruh jahat, ruh baik, peri, atau makhluk gaib yang jahat. Satanisme bersifat Atheis, Otodeis: kami menyembah diri kami sendiri. Satanisme adalah materialis, Satanisme adalah lawan agama. (Vexen Crabtree, “A Description of Satanisme”)

Singkatnya, ini adalah hasil filsafat kebendaan dan tak mengenal Tuhan yang telah tersebar sejak abad ke-19. Seperti filsafat ini, Satanisme menyandarkan diri pada teori yang dianggap ilmiah: Teori Evolusi Darwin.
Musik dan Film Satanisme.

Satanisme muncul dalam banyak hal, salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces).

Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial ‘The X-Files’ mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film.

Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah memopulerkan satanisme.

Dalam musik ada banyak sekali contoh musik yang berisi satanisme, contoh :

1. Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”

2. Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan.

3. Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.

4. Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.

5. Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.

6. Tahun 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.

7. Marilyn Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.

 

sumber:http://www.mediamuslim.org/sejarah-perkembangan-setanisme-pemuja-setan

Mar 24, 2012
#pemuja setan
Mar 24, 20121 note
“Health is not everything, but without health everything is nothing…!” —
Mar 9, 2012
#health #kesehatan

February 2012

6 posts

Nenek Moyang Orang Asia Berasal Dari Asia Tenggara dan Sunda Land

Hasil riset terbaru DNA (deoxyribonucleic acid) tentang asal-usul manusia Asia menyimpulkan bahwa Asia Tenggara merupakan sumber geografis utama dari populasi di Asia yang kemudian menyebar ke utara.

“Nenek-moyang bangsa-bangsa Asia yang keluar dari Afrika sekitar 100 ribu tahun lalu itu menyusuri sepanjang pesisir selatan ke arah timur dan lebih dulu berpusat di Asia Tenggara sekitar 60 ribu tahun lalu, baru kemudian menyebar ke berbagai kawasan di utaranya di Asia,” kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Dr Sangkot Marzuki kepada pers di Jakarta, Jumat.

Kesimpulan terbaru ini, disebutkan Sangkot, membantah teori sebelumnya yang menyebut bahwa ada jalur majemuk migrasi nenek moyang bangsa Asia, yakni melalui jalur utara dan jalur selatan, dan membantah bahwa bangsa Asia Tenggara (yang berbahasa Austronesia) berasal dari Taiwan.

Hal itu terlihat pula dari keanekaragaman genetik yang makin ke selatan semakin tinggi, sedangkan etnik-etnik di kawasan Asia lebih utara lebih homogen, ujar Sangkot yang merupakan salah satu pemrakarsa riset tersebut.

Riset ini dilakukan oleh lebih dari 90 ilmuwan dari konsorsium Pan-Asian SNP (single-nucleotide polymorphisms) dinaungi Human Genome Organisation (HUGO) yang meneliti 73 populasi etnik Asia di 10 negara (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, India, China, Korea, Jepang dan Taiwan) dengan total sekitar 2.000 sample.

Menurut Sangkot, kesimpulan dari riset yang memakan waktu tiga tahun dan telah dirilis di jurnal Science pada 10 Desember 2009 berjudul “Mapping Human Genetic Diversity in Asia” itu jauh lebih akurat dibanding riset-riset sebelumnya yang hanya menggunakan DNA mitokondria atau kromosom Y, karena menganalisis seluruh kromosom.

Ia menolak menyimpulkan secara spesifik bahwa pusat peradaban bangsa Asia pada sekitar 60 ribu tahun lalu itu ada di Indochina atau di semenanjung Malaya, karena masih memerlukan riset yang lebih detil lagi.

“Bisa saja pusatnya sebenarnya ada di Sundaland (di laut China Selatan -red) yang sudah tenggelam pada sekitar 12.000 hingga 8.000 tahun lalu,” katanya.

Dikatakan dia, penjelasan menyeluruh dari sejarah genetik populasi Asia memerlukan suatu studi lanjutan mengenai genom dengan lebih banyak sample dan marka yang densitasnya lebih tinggi lagi. Saat ini dari setiap individu sample dianalisis 50 ribu marka.

“Fase berikutnya kami akan lebih banyak memasukkan berbagai etnik, sehingga percabangannya akan menjadi lebih detil terlihat,” katannya.

Pemetaan keanekaragaman genetik ini, tambah dia, juga sangat penting bagi penelusuran dan penanganan berbagai penyakit genetik seperti hepatitis, thalasemia, dan lain-lain.

sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/nenek-moyang-orang-asia-berasal-dari-asia-tenggara-dan-sunda-land/

Feb 26, 2012
#nenek #moyang
Feb 24, 2012
#pusing
Tips Memilih Restoran Halal

Halalguide.info

Konsumen muslim di Indonesia, karena merasa muslim adalah mayoritas di Indonesia, seringkali tidak sadar bahwa tidak semua restoran di Indonesia menyediakan makanan halal. Tidak sadar pula bahwa walaupun di restoran tersebut tidak menyediakan masakan babi atau minuman keras ternyata makanan yang disajikan tidak semuanya dijamin halal. Hal ini dapat terjadi diantaranya akibat ketidaktahuan si pengelola restoran maupun konsumen itu sendiri. Oleh karena itu menjadi penting bagi konsumen untuk mengetahui peraturan yang berlaku, jenis makanan yang diragukan kehalalannya dan bagaimana cara terbaik untuk memilih restoran yang halal seperti akan dijelaskan dibawah ini.

 

Peraturan

Di Indonesia tidak ada peraturan yang mengharuskan setiap restoran harus menyediakan makanan halal, tidak juga ada keharusan memeriksakan kehalalan makanan yang disajikan restoran ybs. Yang ada adalah apabila si restoran ingin mengklaim bahwa restorannya menyajikan makanan halal maka harus memeriksakan makanannya ke MUI, apabila si restoran tersebut telah mendapatkan sertifikat halal maka si restoran berhak mencantumkan logo halal pada restorannya. Peraturan ini sebetulnya merupakan analogi peraturan yang berlaku pada produk pangan dalam kemasan dimana pencantuman label atau tanda halal pada produk dalam kemasan harus didasarkan atas sertifikat halal yang dimiliki oleh produk tersebut dimana sertifikat tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang (MUI).

Masalahnya, seringkali si pengelola restoran mencantumkan label atau tanda halal di restorannya walaupun restoran tersebut belum pernah diperiksa sama sekali oleh yang berwenang (MUI). Bahkan, ada satu restoran Jepang yang telah diperiksa MUI tapi tidak memperoleh sertifikat halal karena dalam pembuatan makanannya masih mengggunakan sake dan mirin (keduanya masuk kedalam golongan khamar), ternyata si restoran tersebut mengiklankan dirinya sebagai restoran halal. Praktek praktek seperti ini jelas sangat merugikan konsumen. Untuk kasus yang pertama dimana restoran mencantumkan sendiri label halal tanpa pemeriksaan itu jelas tindakan yang tidak fair karena konsumen tidak mengetahui bagaimana makanan yang disajikan si restoran dibuat dan tidak ada pihak yang ketiga dan berwenang yang menjadi saksi dalam pembuatan makanan yang disajikan. Dalam kasus yang kedua dimana sudah jelas jelas si restoran tersebut menyajikan makanan yang tercampur bahan yang haram sehingga makanan yang disajikan juga haram, sudah melakukan penipuan terhadap konsumen karena berani mengklaim dan mengiklankan restorannya menyajikan makanan halal padahal haram. Celakanya, hampir tidak ada sangsi yang diterima oleh restoran walaupun mencantumkan label halal atau mengiklankan restorannya sebagai halal tetapi tidak diperiksa dan dinyatakan halal oleh yang berwenang, atau melakukan penipuan sekalipun.

Sebagai konsumen kita harus waspada dan teliti karena jika si restoran tersebut tidak memiliki sertifikat halal maka artinya kehalalan makanan yang disajikan restoran ybs tidak ada yang menjamin. Sayangnya, masih sedikit restoran yang telah memiliki sertifikat halal (lihat tabel), oleh karena itu pengetahuan kitalah yang harus ditingkatkan sehingga bisa mengetahui mana restoran yang menyajikan makanan yang diragukan kehalalannya dan mana yang tidak.

Jenis makanan yang secara umum diragukan kehalalannya

Secara umum makanan moderen lebih rawan kehalalannya (dibandingkan dengan makanan tradisional) karena bahan yang digunakan banyak yang impor dan berasal dari negara non muslim (khususnya bahan hewani dan turunannya). Secara khusus konsumen muslim harus mewaspadai masakan Cina karena dalam pembuatannya sering melibatkan lemak babi dan arak, baik dalam bentuk arak putih maupun arak merah (ang ciu). Selain itu, kie kian yang sering digunakan dalam pembuatan cap cai dalam pembuatannya melibatkan lemak babi.

Masakan Jepang dan sejenisnya dalam pembuatannya sering melibatkan sake dan mirin, keduanya masuk kedalam golongan khamar sehingga masakan yang dibuat dengan menggunakan sake dan mirin tidak diperkenankan dikonsumsi oleh umat Islam. Masakan Barat juga rawan kehalalannya karena banyak menggunakan keju (status kehalalannya syubhat), wine (khususnya masakan Perancis), daging yang tidak halal, buillon (ekstrak daging), wine vinegar, dll.

Bagaimana memilih?

Dalam memilih mana restoran yang menyajikan makanan yang kehalalannya terjamin di Indonesia memang agak repot mengingat jenis restoran yang ada sangat banyak dan bervariasi dari mulai warung tegal, warung tenda, restoran kecil, restoran besar, restoran fast food, dll. Walaupun demikian, ada beberapa saran yang dapat dijadikan pegangan yaitu:

  1. Pilihlah restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal (lihat tabel). Restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal sudah tidak perlu diragukan lagi kehalalan makanan dan minuman yang disajikannya.
  2. Jika kita tidak membawa daftar restoran halal maka pada waktu masuk ke restoran yang kita ragu atas kehalalan makanan dan minuman yang disajikan maka tanyakanlah sertifikat halal yang dimiliki oleh restoran tersebut secara sopan. Jangan terkecoh dengan adanya label atau tanda halal yang ada di restoran ybs karena seperti telah dijelaskan sebelumnya, tidak selalu benar apa yang dinyatakan oleh restoran tsb. Jika kita ragu terhadap kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran yang tidak memiliki sertifikat halal maka harus kita hindari restoran tsb.
  3. Hindari restoran yang menyajikan masakan yang secara umum diragukan kehalalannya seperti telah dijelaskan sebelumnya, kecuali restoran tersebut telah mendapatkan sertifikat halal dari yang berwenang.
  4. Tidak ada salahnya bertanya secara sopan dan baik untuk memastikan bahwa restoran yang kita datangi tidak menyajikan masakan yang diragukan kehalalannya. Sebagai contoh, kita dapat bertanya “apakah dalam pembuatan masakan di restoran ini menggunakan ang ciu?”, jika jawabannya “ya” maka kita katakan “terima kasih, maaf saya tak jadi makan di tempat ini, ada keperluan lain”, lalu kita meninggalkan restoran tsb.
  5. Hindari restoran yang menyajikan masakan yang jelas jelas haram seperti produk babi dan minuman keras. Jangan pula makan di restoran yang menyajikan masakan halal bercampur dengan masakan haram seperti produk babi atau minuman keras. Tidak ada jaminan bahwa masakan yang disajikan tidak bercampur dalam pembuatannya dengan masakan yang haram. Dalam hal minuman keras, kita diperintahkan untuk menghindari tempat dimana minuman keras disajikan.

http://www.halalguide.info/2009/03/06/tips-memilih-restoran-halal/

Feb 16, 2012
#Makanan Halal #Restoran
B1 dan B2 di Warteg

Halalguide.info

B1 dan B2 merupakan istilah umum untuk menggambarkan daging anjing dan daging babi. Entah mengapa, para penjual dan pembeli daging haram tersebut enggan menyebutkan secara eksplisit sebagai anjing dan babi. Penyebutan kode tersebut sebenarnya sudah menggambarkan sumber daging yang digunakan. Tetapi mungkin ada juga konsumen muslim yang tidak tahu arti kode tersebut. Nah, jika itu terjadi, kita bisa menduga apa yang akan terjadi.

 

Kawasan Cililitan, Cawang dan UKI di jalan Letjen Soetoyo, Jakarta, merupakan kawasan yang cukup ramai. Sebagai salah satu pintu gerbang Jakarta di bagian selatan, banyak warga pendatang yang masuk Jakarta melalui kawasan ini. Hal itu juga ditandai dengan banyaknya agen bus antar kota antar propinsi yang menjual tiket ke berbagai tujuan, baik di Jawa maupun luar Jawa. Kawasan tersebut juga merupakan arus pertemuan antara jalur Jawa Barat (Bogor, Sukabumi, Bandung) dan Jawa Tengah-Jawa Timur melalui jalan tol Jagorawi dan jalan tol Cikampek. Tak heran jika di tempat itu selalu ramai manusia yang lalu lalang, datang dan pergi silih berganti serta bertukar kendaraan dari bus antar kota dengan metro mini atau mikrolet dan sebaliknya.

Sebagai konsekuensi ramainya kawasan tersebut, para pedagang pun sibuk dengan dagangannya masing-masing, yang mengharap rizki dari orang-orang yang lalu lalang tersebut. Ada yang jualan berbagai makanan, minuman, buah-buahan, barang-barang kebutuhan sehari-hari hingga kaset dan CD. Merekapun terlihat ramai pengunjung. Tetapi bagi Anda yang lewat dan berjalan kaki di tempat tersebut harap hati-hati, karena selain pedagang, tukang ojek dan calo, ada juga para pencopet yang siap merogoh kantung siapa saja yang lengah. Apa yang ingin kami sampaikan bukan saja bahaya copet yang selalu mengintip dan menunggu kita lengah, tetapi juga penjual makanan dan minuman haram. Bukan rahasia lagi kalau di kawasan tersebut banyak warung dan tempat makan yang menjual menu babi dengan berbagai variasinya.

Ada yang secara terus terang menyebutkan menu babinya, ada pula yang masih malu-malu menyebutnya dengan berbagai kode. Terdapat beberapa warung yang menuliskan menu babinya, seperti ‘sate babi’ dan ‘babi panggang’ dengan tulisan yang jelas dan mudah dibaca. Dengan penulisan tulisan tersebut tentu saja sangat memudahkan bagi para pengguna dan konsumen yang memang mencari menu tersebut, disamping juga memudahkan konsumen muslim untuk menghindarinya dengan mudah pula. Di samping itu ada pula beberapa warung yang menggunakan kode-kode dalam menunjukkan menu yang ditawarkannya. Sebut saja rumah makan Horas, Pardede, Tao Hutagaol dan Betlehem, menuliskan menu-menu berkode B1 dan B2 di depan warung mereka.

Sebenarnya dari nama-nama rumah makan tersebut orang sudah bisa menduga apa sebenarnya menu yang dihidangkannya. Tidak ada salahnya ketika mereka menjual menu babi ataupun anjing yang menurut keyakinan mereka dan konsumen khususnya tidak bermasalah. Pertanyaannya adalah, mengapa harus digunakan kode-kode tersebut? Ketika sebuah warung menjual ayam goreng, maka dengan tulisan ‘ayam goreng’ secara besar-besar di depan warungnya, dengan mudah akan terbaca tanpa penafsiran lain oleh semua konsumennya.

Demikian juga dengan sop kaki sapi, sate kambing, mie ayam dan sebagainya. Mengapa untuk yang dua jenis ini harus menggunakan kode khusus? Penggunaan kode ini tentu saja mengundang penafsiran dan memerlukan pengetahuan khusus untuk menelaah dan mengetahuinya. Kebanyakan orang memang sudah maklum dan tahu bahwa B1 dan B2 itu adalah babi dan anjing. Tetapi dalam kenyataannya masih ada juga masyarakat yang tidak mengerti maksud di balik kode tersebut. Apalagi bagi konsumen yang baru tiba dari daerah, baik dari Jawa maupun luar Jawa yang kenyataannya cukup banyak terdapat di kawasan ini.

Di sebuah warung, masih di kawasan yang sama, Jurnal Halal juga menemukan adanya ‘Warteg’ yang menjual B1 dan B2. Penggunaan istilah ‘Warteg’ ini berkonotasi pada warung makan yang dikelola oleh masyarakat yang berasal dari Tegal, sebuah kota di Jawa Tengah. Selama ini Warteg dikenal luas oleh masyarakat sebagai warung makan yang menjual menu-menu halal, atau setidaknya tidak ada unsur babi dan minuman keras. Penggunaan istilah ‘Warteg’ dalam konteks sebagai warung yang menjual anjing dan babi ini tentu saja sangat tidak menguntungkan bagi konsumen muslim. Mereka bisa saja beranggapan bahwa warung itu sama dengan warteg-warteg lain yang biasa dijumpai di Jakarta dan di tempat-tempat lain.

Dari kenyataan-kenyataan tersebut, aturan main mengenai warung makan memang harus segera dibenahi, khususnya yang menyangkut penjualan menu-menu haram bagi umat Islam. Penggunaan istilah ‘warteg’ serta kode B1 dan B2 perlu diluruskan oleh berbagai pihak yang berwenang, agar tidak menimbulkan kerancuan pada masyarakat awam. Bagi konsumen muslim, hal ini menjadi pelajaran berharga agar kita lebih waspada dalam memilih menu masakan yang ditawarkan rumah makan. Ketika kita harus makan di luar, maka semua menu, baik yang halal maupun yang haram, siap mengintai kita. Meskipun di tempat yang kelihatannya tidak rawan. Kalau menjumpai istilah-istilah yang aneh atau daging yang mencurigakan, sebaiknya jangan segan untuk menanyakannya.

Sumber: http://www.halalguide.info/2009/03/30/b1-dan-b2-di-warteg/

Feb 16, 2012
#Makanan haram #B1 #B2
ROBOTS OR DINOSAURS?

ROBOTS

Feb 14, 2012
Penguasaan Bahasa Inggris Tidaklah Terlalu Penting dalam Memajukan Suatu Negara
Winbert Hutahaean

Kompasiana, 21 Maret 2011

Ketika rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) diperbincangkan, penekanan utama yang kerap ditonjolkan adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di RSBI. Para pengusung ide RSBI berkeinginan para lulusan sekolah ini akan fasih berbahasa Inggris, sebagaimana mereka yang sekolah di luar negeri. Seakan-akan hendak mengatakan bahwa dengan bisa berbahasa Inggris maka pelajar akan menjadi maju di berbagai bidang pelajaran. Benarkah demikian?

Memang betul bahwa mayoritas penduduk Indonesia masih rendah dalam kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Bahkan para lulusan universitas saja masih sedikit yang dapat mencapai nilai TOEFL 550, nilai yang dianggap seseorang terkualifikasi berbahasa Inggris dengan lancar. Fakta ini tentu saja akan pararel dengan kemampuan guru-guru lulusan IKIP, yang memang diarahkan untuk mengajar murid-murid sekolah, baik sekolah umum atau RSBI.

Jika guru-guru di RSBI saja tidak memiliki kemampuan bercakap dalam bahasa Inggris yang baik, lalu bagaimana para murid sekolah di RSBI akan menjadi pintar di berbagai bidang pelajaran, jika materi pelajaran tidak disampaikan dengan baik dan benar.

Penekanan terpenting dari suatu pendidikan untuk menghasilkan murid yang berkualitas bukanlah pada kemampuan bahasa Inggris, tetapi kepada cara penyampaian materi pelajaran itu sendiri. Banyak salah kaprah di masyarakat Indonesia yang berpikir kerena rendahnya kemampuan dalam bahasa Inggris menjadi alasan rendahnya tingkat persaingan orang Indonesia di dunia internasional.

Kenyataannya bahasa Inggris bukanlah menjadi faktor utama dalam persaingan dunia internasional. Kita bisa lihat bahwa banyak negara yang juga tingkat penguasaan bahasa Inggrisnya rendah. Ambil contoh di Asia, Jepang misalnya dan di Eropa, Perancis. Dua negara ini menjadi contoh bagaimana mereka sangat bangga dengan bahasa ibu yang dimilikinya, namun tetap dapat bersaing di dunia internasional, bahkan menjadi yang terutama dalam bidang-bidang tertentu.

Hal yang unik juga terlihat di Kanada sehinga menjadi contoh nyata bahwa rendahnya kemampuan bahasa Inggris seseorang (atau suatu wilayah) tidak pararel dengan kemampuan tingkat persaingan orang tersebut di bidang lain. Di Kanada terdapat propinsi yang karena faktor sejarah menggunakan bahasa Perancis, yakni Quebec, yang terletak di tengah-tengah propinsi lain yang berbahasa Inggris. Apakah ini artinya orang-orang Quebec menjadi tertinggal?. Sebaliknya, malah industri pesawat dan angkasa luar, industri kendaraan dan transportasi umum, teknologi informasi dan komunikasi, industri farmasi, bioteknologi serta industri film dan seni mayoritas berasal dari propinsi ini.

(cat: bahasa Perancis di propinsi Quebec berbeda dengan bahasa Perancis di Eropa. Bahasa Perancis-Quebec cenderung dianggap tertinggal atau “rusak” oleh orang Perancis asli)

Sebaliknya, fakta juga menunjukkan bahwa ada banyak negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari tetapi tidak memiliki prestasi menonjol di dunia internasional. Ambil saja negara tetangga kita Papua New Guinea (PNG), dan negara-negara di Samudera Pasifik seperti Solomon Islands, Fiji, dan Vanuatu yang kerap disebut sebagai negara gagal (failure state). Juga negara-negara Afrika bekas jajahan Inggris seperi Zimbabwe, Malawi, Zambia, Sierra Leone, Uganda, Nigeria, dll. Sementara untuk di benua Amerika contohnya Guyana dan di benua Asia, Maladewa dan Bangladesh.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa penguasaan bahasa Inggris tidak menjadi dasar bagi majunya seseorang, tetapi yang terutama adalah cara menyampaikan materi pelajaran dan sistem pendidikan itu sendiri yang lebih penting dipikirkan. Dalam kaitan ini, tentu saja pelajaran matematika, kimia, sosial dan budaya, seni, biologi dll akan sangat mudah dimengerti anak-anak jika disampaikan dalam bahasa ibu, bahasa Indonesia.

Akhir kata, ini tidak berarti dengan demikian kita dapat mengabaikan bahasa Inggris dalam pendidikan anak-anak. Akan tetapi yang hendak disampaikan adalah sebaiknya bahasa Inggris tetap sebagai suatu mata pelajaran sebagaimana mata pelajaran lainnya. Tinggal yang diperbaiki metoda penyampaian pelajaran bahasa Inggris tersebut, misalnya dengan mengundang native speaker, pengajaran diberikan sejak usia dini, jumlah jam pelajaran ditingkatkan dibanding sekolah-sekolah yang umumnya saat ini hanya sekitar 4-8 jam/minggu, serta lebih mengedepankan cara belajar yang interaktif (dua arah).

sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/21/rsbi-penguasaan-bahasa-inggris-tidaklah-terlalu-penting-dalam-memajukan-suatu-negara/

Feb 14, 20121 note
#bahasa inggris

December 2011

2 posts

Dec 30, 20111 note
#J.co #donat #kopi
Benang Merah Syariat Dan Empat Sifat Dasar [Sanguinis, Melankolis, Koleris dan Plegmatis]

Buku ini sangat terkenal, dalam versi bahasa indonesia berjudul “Personality Plus”

 karya Florence Litteur. Kami mempunyai buku terjemahnya dan talah membacanya dan kami menemukan banyak manfaat dan faidahnya membaca buku ini. Manfaat buku ini dipergunakan oleh banyak kalangan, mulai dari psikolog pastinya, dokter jiwa,  anggota MLM [katanya ini adala buku wajib mereka untuk mencari downline], pemimpin dan bos yang mengatur orang banyak, tokoh masyarakat, pekerjaan yang menuntut berhubungan dengan banyak orang seperti sales, humas dan entertrainer. Bahkan digunakan untuk proses ta’aruf ikhwan-akhwat.  Dengan sekedar mengatakan bahwa akhwat A itu plegmatis-melankolis, maka pahamlah si ikhwan bagaimana kira-kira gambaran umum sifat akhwat tersebut yang bisa dipergunakan sebagai pertimbangan pemilihan dan menyesuaikan dengan karakter dirinya. Dan kalau kami bisa memberi masukan, kami berharap para da’i Islam bisa mengetahui sekilas ilmu ini demi menyebarnya agama Islam sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para salaf yaitu Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut tabi’in.

Agama Islam Adil

Meskipun penulisnya adalah seorang kafir yang tidak berarti bahwa kita tidak boleh menggunakan ilmunya. Agama islam yang mulia mengajarkan kita agar adil terhadap semua mahluk termasuk kapada orang kafir yang mereka adalah sejahat-jahat mahluk yang sudah diberi kehidupan dan kenikmatan oleh Allah tetapi malah mengingkari. Bagaimana persaan kita jika ada seseorang yang telah kita bantu, kita beri segala pertolongan padahal sebelumnya ia adalah papa. Ternyata ia malah menyakiti kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ.

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” [Al-Mumtahah: 8]

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir  As-Sa’diy rahimahullah,

لا ينهاكم الله عن البر والصلة، والمكافأة بالمعروف، والقسط للمشركين، من أقاربكم وغيرهم، حيث كانوا بحال لم ينتصبوا لقتالكم في الدين والإخراج من دياركم، فليس عليكم جناح أن تصلوهم، فإن صلتهم في هذه الحالة، لا محذور فيها ولا مفسدة

“Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik, menyambung silaturrahmi, membalas kebaikan , berbuat adil kepada orang-orang musyrik,  baik dari keluarga kalian dan orang lain. Selama mereka tidak memerangi kalian karena agama dan selama mereka tidak mengusir kalian dari negeri kalian, maka tidak mengapa kalian menjalin hubungan dengan mereka karena menjalin hubungan dengan mereka dalam keadaan seperti ini tidak ada larangan dan tidak ada kerusakan.” [Taisir Karimir Rahmah hal. 819, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet. Ke-1, 1424 H]

Segala solusi ada dalam Islam

Sebenarnya ilmu tentang psikologi manusia sudah dibahas panjang lebar oleh ulama islam. buku-buku berjilid-jilid tentang tazkiyatun nufus dan kitab-kitab [رقائق] “raqoo’iq”/ yaitu cara untuk melembutkan hati manusia. Hanya saja kita saja yang jarang atau tidak pernah sama sekali menelaahnya, bahkan tidak tahu apa saja buku-buku tersebut dan siapa pengarangnya.

Penelitian dan penjabaran empat sifat dasar manusia oleh penulisnya Florence Litteur adalah termasuk perkara dunia yang bermanfaat. Ia juga memberikan solusi dan bagaimana menyikapi empat sifat dasar ini untuk diri sendiri dan membina hubungan dengan orang lain. Namun solusinya terkadang kurang sesuai dengan syariat, kita maklum karena ia seorang kafir. Inilah yang kami inginkan dalam benang merah ini, yaitu bagaimana Islam memberi solusi dan menyikapinya.

Karena kami yakin semua solusi dan bimibingan kehidupan baik untuk kebaikan dunia dan kahirat sudah diajarkan oleh agama Islam.  Semuanya sendi kehidupan besar maupun perkara sekecil apapun maka hukumnya telah diatur oleh syariat.

Sebagimana kisah ketika  seorang kafir jahiliah ketika ia berkata kepada sahabat Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu,

قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ

“Sungguh Nabi kalian- Shallallahu ‘alaihi wasallam- telah mengajari kalian tentang segala hal sampai tata cara buang air”.

Maka Salman menjawab,

أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِيْنِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بَأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بَرَجِيْعٍ أَوْ بِعَظْمٍ

“Betul, Sungguh kami dilarang menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil, (kami juga dilarang) cebok dengan menggunakan tangan kanan atau cebok kurang dari 3 batu, atau cebok dengan kotoran hewan atau tulang”. [HR. Muslim no.262,  Abu Dawud no. 7, At-Tirmidzi no.16, An-Nasa’i no.41 & 49, Ibnu Majah no.316]

Dan kami tekankan bahwa yang semua yang diatur urusan dunia-akhirat adalah hukumnya. Bukan berbagai perkara dunia misalnya aturan lalu-lintas ada dalam syariat, tetapi hukumnya ada yaitu wajib mentaatinya dalam rangka taat kepada pemerintah/ waliyul amri. Dan taat kepada pemerintah ada ajarannya dala islam. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أنتم أعلم بأمور دنياكم

“ Kalian lebih tahu urusan dunia kalian”  [HR. Muslim  no. 2363]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  TIDAKbersabda,

أنتم أعلم بأحكام أمور دنياكم

“ Kalian lebih tahu hukum-hukum urusan dunia kalian” .

 Islam tidak memaksa mengubah sifat dasar manusia

Para sahabatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  mempunyai berbagai sifat dasar. Para sahabat radhiallahu ‘anhum  ada yang lembut seperti Abu Bakar Abdullah bin Abi Quhafah , ada yang keras seperti Umar bin Khattab, ada yang pemalu seperti Ustman bin Affan dan ada juga sahabat beliau yang suka bercanda.

Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  tidak berusaha mengubah sifat dasar para sahabatnya. Beliau tidak mengubah sifat keras Umar bin Khattab, tetapi menempatkannya pada tempatnya, yaitu keras terhadap orang yang macam-macam dengan agama Islam, sampai-sampai ia terkenal  dengan perkataannya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، دَعْنِي أَضْرِبْ عُنُقهَ

“wahai Rasulullah, izinkan saya menebas lehernya”

Perkataan yang membuat bergetar ketakutan musuh-musuh Islam. Demikian juga RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam  tidak berusaha mengubah sifat dasar lembut Abu bakar dan sifat Malu Ustman.

Oleh karena itu yang terpenting adalah bagaimana kita menempatkan difat dasar tersebut. Dalam empat sifat dasar yang dikemukakan oleh Florence Litteur digambarkan setiap sifat dasar ada kelebihan dan ada kekuarangannya. Dan inilah yang kami maksud benang marah, bagaimana agar kelebihan sifat tersebut bermanfaat bagi Islam dan kekurangan sifat tersebut telah ada solusiya dalam agama Islam.

Sifat manusia terkotak-kotak dan kaku pada satu keadaan saja.

Satu hal yang kami setuju dengan penulis buku “Personality Plus”, Florence Litteur bahwa sifat manusia bukan terkotak-kotak, misalnya kamu hanya koleris saja atau hanya sanguin saja. Tetapi ada yang mendominasi sehingga bisa jadi koleris 60%, Sanguin 35%,  plegmatis 10% dan melankolis 5%. Sehingga ia disebut bersifat Koleris-Sanguin.

Kemudian kami tambahkan dari pemikiran kami, bahwa sifat itu tidak berlaku kaku pada semua keadaan, bisa jadi tentang masalah karir dan jabatan ia melankolis [sangat memikirkan] akan tetapi masalah uang ia plegmatis [santai saja]. Kemudian seorang guru atau dosen dikelas ia koleris [berwibawa dan keras] tetapi dirumah ia sanguin [suka bercanda dan tidak serius]

Namun dengan gambaran umum ini kita bisa menyikapi secara umum juga sebelum masuk ke yang khusus sehingga memudahkan memahami sifat manusia untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Sah-sah saja jika ada yang berpendapat dengan teori ini, misalnya untuk masalah akhirat kita harus melancholis [sangat memikirkan] dan untuk masalah dunia kita harus  plegmatis [santai saja]. Kemudian sifat terbaik baik laki-laki adalah koleris-Sanguin, karena laki-laki harus punya jiwa kepemimpinan dan sanguinnya sangat berguna untuk istri dan anaknya misalnya mencandai istri  dan membuat suasana rumah menjadi tidak kaku. Sedangkan sifat ideal wanita adalah plegmatis-melankolis, karena plegmatisnya sangat berguna untuk kepatuhannya kepada suami dan sifat melankolisnya sangat berguna dalam posisinya sebagai ibu dari anak-anak yang perasa dan lembut.  Demikianlah teori manusia akan tetapi alangkah baiknya jika kita tetap berkiblat dengan panduan syariat.

Penjabaran empat sifat dasar manusia berdasarkan syariat 

1.       SANGUINIS [Yang Populer]

Gambaran umum sifat ini adalah Mereka cenderung ingin populer dan eksis, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir pendek dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tidak melalakukan apapun juga ataupun kurang beres

Kelebihan sanguin.

»Ceria dan jarang menampakkan kesedihan

Hendaknya ia semakin ceria karena sering bisa sering mengamalkan hadits,

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah engkau remehkan suatu kebajikan sedikitpun, walaupun engkau bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang ceria/bermanis muka”. [HR. Muslim no. 2626]

» Berhati tulus dan polos

inilah yang patut disyukuri karena, ia bisa sangat ikhlas dalam melaksanakan segala sesuatu, jika diikhlaskan karena Allah maka pahalanya sangat besar. Dan tidak semua orang bisa dengan mudah ikhlas. Berkata Sufyan Ats-Tsauriy rahimahullah,

ما عالجت شيئاً أشد علي من نيتي

“Tidaklah aku mengobati sesuatu yang paling sulit bagiku yaitu niatku”. [Mabahitsul Aqidah fi Suratiz Zumar hal 192, Maktabah Ar-Rusd, Riyadh, cet. Ke-1, 1415 H, Asy-Syamilah]

» Mudah berteman dan bergaul orang lain

Jika ia pergunakan untuk bergaul dengan teman-teman yang baik maka akan sangat bermanfaat. Misalnya bisa dekat dengan ustadz, orang-orang shalih, sehingga ia selalu terbuka dan memperbaiki agama dan akhlaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan sesuai/menyerupai dengan agama teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. [HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545]

Bisa juga dipergunakan untuk mendekati orang-orang penting, pejabat dan tokoh masyarakat agar mereka mau membantu dakwah.

»Menyenangkan dan suka membuat senang orang lain

Membuat  orang lain gembira dan senang adalah hal perlu dilatih karena pada dasarnya manusia itu ingin membuat senang dirinya sendiri, akan tetapi ini  mudah pada sanguin. RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallambersabda,

أفضل الأعمال أن تدخل على أخيك المؤمن سرورا

“Sebaik-baik amal Shalih adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman”.[HR.Ibnu Abi Dunya dan dihasankan olah Syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’ush Shaghir no. 1096]

» Mudah memaafkan dan tidak menyimpan dendam

Ia adalah orang yang mudah berjiwa besar, memaafkan butuh jiwa yang besar. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(Orang-orang yang bertakwa adalah) mereka yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Ali-Imran/3:134]

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

“Dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat)”. [HR Muslim no. 2588]

kelemahan Sanguin

»terlalu suka bercanda dan sering tertawa

Sanguin harus sering-sering ingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ

Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguh­nya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” [HR. Tirmidzi 2/50, Dishahihkan Syaikh Al-Alba­ni, Silsilah Shohihah 3/4] 

»kurang serius, kurang tekun dan konsentrasi jangka pendek

ia serius dan bersungguh-sunguh dalam bekerja, karena kita diciptakan bukan untuk bermain-main saja. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” [Al-Mukminun: 115]

»Kurang berwibawa

Hal ini karena gabungan beberpa sifat seperti banyak tertawa, banyak bergurau dan tidak serius. Berkata ‘Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu,

قال عمر رضي الله عنه: من كثر ضحكه قلت هيبته ومن كثر مزاحه استخف 

“Barangsiapa yang banyak tertawa, maka akan sedikit wibawanya,.Barangsiapa yang banyak guraunya, maka dengannya dia akan rendah.” [HR. Baihaqiy dalam Kitab Syu’abul ‘imaan no: 5019]

» Susah untuk diam, suka bicara dan bercerita

Sanguin sebaiknya mengerem cerita yang ia dapat, tidak semua harus diceritakan dan disampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seorang dikatakan pendusta bila ia menyampaikan setiap apa yang ia dengar.” [HR. Muslim 1/10]

» Mudah ikut-ikutan dan tidak tetap pendirian

Kebanyakan umat islam suka mengikuti orang kafir teutama Yahudi dan Nasrani, karena mereka mendahulukan nafsu dan kebebasan. Sanguin harus hati-hati dalam pola hidupnya. Allah Ta’alaberfirman,

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha kepadamu sampai engkau mau mengikuti agama mereka.” [Al-Baqarah: 120)]

Dan firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Ahli Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” [Ali ‘Imran:100].

» Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

Jelas Islam mengajarkan kita agar jangan menghambur-hamburkan harta. Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

“dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” [Al-‘Isra: 76]

2. MELANKOLIS (Yang Sempurna)

Gambaran umum sifat dasar ini adalah Mereka agak agak berseberangan dengan sanguinis. Seorang melankolis cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang melankolis selalu ingin serba sempurna dan ingin teratur. Karena itu jangan heran jika seorang yang `melankolis tidak bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah ia disusun, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain

Kelebihan melankolis

»Analitis, mendalam, serius dan penuh pemiikiran

Kemampuan kekuatan pikiran dan kecerdasannya bisa dipergunakan untuk mempelajari ilmu agama dan mendakwahkannya dan menjadi cendikiawan muslim. Ini akan menjadikan tinggi derajatnya. AllahTa’ala berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”[Al-Mujadilah: 11]

» Mau mengorbankan diri dan bisa mendahulukan orang lain,perasa dan memperhatikan orang lain.

Ini adalah salah satu sifat yang berjiwa besar, sangat dipuji oleh Islam. Akhlak yang sangat jarang kita jumpai. Allah Ta’ala memerintahkan agar kita meniru kaum Anshor yang mendahulukan kaum Muhajirin diatas kepentingan mereka walaupun mereka juga membutuhkan hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“Mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka sendiri sangat membutuhkan/dalam kesusahan.” [Al-Hasyr: 9]

»Puas di belakang layar, menghindari perhatian.

Ia bisa selamat dari popularitas/ syuhroh, Isalam mengajarkan kita agar menjauhi popularitas karena lebi ikhlas dan menjauhkan diri dari kesombongan. Salah satunya contoh dari salaf/pendahulu kita,

قال حماد بن زيد: كنت أمشي معى أيوب, فيأخذ بي في طرق, إني لآعجب كيف اهتدى لها, فرار من الناس أن يقال: هذا أيوب

Berkata Hammad bin Zaid: “Saya pernah berjalan bersama Ayyub (As-Sikhtyani), maka diapun membawaku ke jalan-jalan cabang (selain jalan umum yang sering dilewati manusia-pen), saya heran mengapa dia bisa tahu jalan-jalan cabang tersebut ?! (ternyata dia melewati jalan-jalan kecil yang tidak dilewati orang banyak) karena takut dan menghindari manusia (mengenalnya dan) mengatakan, “Ini Ayyub” [Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni: “Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (7/249), dan Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (2/232), dan sanadnya shahih.”, Sittu Duror hal 39, Darul Furqon, cet. Ke-1, 1429 H].

» berjiwa seni dan kreatif (filsafat & puitis)

Jika bakat seni dan kreatifitasnya ia gunakan untuk kemajuan islam, maka ini bagus seperti syair islam dan kemampuan mengolah kata-kata dalam menulis da berdakwah. Atau Desain grafis untuk pamflet kajian.  Namun jika digunakan dalam seni seperti musik maka ini berbahaya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

“Akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik (al-ma’aazif).”[HR. Al-Bukhari no. 5268. Ibnu Hibban no. 6754, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir no. 3417 dan dalam Musnad Syamiyyin no. 588; Al-Baihaqi 3/272, 10/221; Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam Taghliqut-Ta’liq 5/18,19 ].

Berbahaya juga jika untuk seni gambar dan patung makhluk bernyawa:

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar [makhluk bernyawa].” [HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109]

» serba tertib dan teratur serta istiqomah

Inilah amal yang dicintai yaitu terus-menerus dan istiqomah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus-menerus [istiqomah] walaupun itu sedikit.” [HR. Muslim no. 783]

» bisa hidup hemat

 jelas ini ajaran islam, hemat dan berusaha qona’ah. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (hartanya), mereka tidak berlebih-lebihandan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”[Al-Furqan: 67].

Kelemahan Melankolis

» Sensitif dan punya rasa curiga dan prasangka yang besar

Ini harus dijauhi karena prasangka atau dugaan-dugaan dibenci dalam Islam karena Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذّبُ الْحَدِيْثِ

“Hati-hatilah kalian terhadap prasangka Karena sesungguhnya prasangka adalah berita yang paling dusta” [HR Al-Bukhari no. 6066 dan Muslim no.2563]

Allah Ta’ala berfirman,

اِجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Jauhilah kalian dari kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” [Al-Hujuraat: 12]

»Perfeksionis dan punya Standar yang tinggi

jika untuk akhirat tidak mengapa, akan tetapi hati manusia cenderung kepada dunia, maka ini harus dikurangi. Terlalu ingin sempurna dan melampui batas dalam urusan dunia. Allah Ta’ala berfirman,

فَأَمَّا مَن طَغَى وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya”. [An-Nazi’at: 37-41]

» Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan) dan mudah pesimis

kita tidak boleh seperti ini, hidup harus optimis dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan orang-orang yang benar-benar beriman, yakin bahwa rahmat Allah luas dan Allah lebih mencintai hambanya dibandingkan kecintaan hamba terhadap dirinya sendiri. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” [Ali Imran: 171]

»susah gembira, susah melupakan masalah dan pendendam

Tidak ada yang perlu disedihkan terlalu lama dalam islam. Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”[ Alam Nasyroh: 5]

Biasanya orang melankolis bersedih karena ia masih menanggap ada sesuatu yang kurang dan ia belum sempurna, maka solusinya adalah sering-sering melihat yang dibawah kita agar kita sering besyukur. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه

“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa) [al kholq], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

»Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah

Setiap manusia pasti pernah bersalah, jangan terlalu berlarut menyesali kesalahan, karena ajaran Islam adalah segera bangkit, bertaubat dan memperbaiki diri. Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”. [HR Tirmidzi 2499, Shohih at-Targhib 3139]

» Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan

Jika plegmatis menunda karena malas, maka melankolis menunda keran belum sempurna. Maka hendaknya ia perhatikan kaidah fiqhiyah bahwa kita bisa mencapai setengahnya dulu misalnya daripada tidak bisa sama sekali,

ما لا يدرك كله لايترك كله

“sesuatu yang tidak bisa dicapai seluruhnya jangan ditinggal seluruhnya”

» Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik yang menentang dirinya

Seharunya ia ingat perkataan Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu:

يبصر أحدكم القذاة في أعين أخيه، وينسى الجذل- أو الجذع – في عين نفسه

“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” [HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 592. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih]

3.       KOLERIS (Yang Kuat)

Gambaran umumnya adalah mereka suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin

 ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia suruh melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang suka jadi bos  sehinggaorang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi “korban” karakternya yang suka mengatur dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi”, maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, serta tak mudah pula mengalah.

Kelebihan koleris

» Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif serta unggul dalam keadaan darurat

Inilah yang dibutuhkan oleh Islam, seorang pemimpin yang kuat.  Minimal ia menjadi pemimpin bagi diri sendiri atau di rumah tangganya. Dan kaidah Islam dalam memilih pemimpin adalah laki-laki yang kuat dan tegas dengan agama yang pas-pasan lebih didahulukan daripada laki-laki yang shalih tetapi lemah dan kurang tegas.  Bisa kita lihat contohnya dalam kisah Abu Dzarradhiallahu ‘anhu

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar radhiallahu ‘anhu,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ وَلَا تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ.

“Ya Abu Dzar, aku lihat engkau seorang yang lemah dan aku suka engkau mendapatkan sesuatu yang aku sendiri menyukainya. Janganlah engkau memimpin dua orang dan janganlah engkau mengurus harta anak yatim”.[HR Muslim no.1826]

Dijelaskan oleh para ulama, bahwasanya Abu Dzar radhiallahu ‘anhu  sangat dermawan dan perasa. Jika ada yang meminta akan ia berikan bagaimanapun juga. Sehingga jika mengurus harta maka kurang baik.

» Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran dan target

Inilah ajaran Islam selalu bersemangat mencapai apa-apa yang bermanfaat bagi kita dunia dan akhirat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

احرص على ما ينفعك، واستعن با

لله ولا تعجزن، وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت لكان كذا وكذا؛ ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان

“Bersemangatlah kamu terhadap apa-apa yang bermanfaat bagi kamu, dan mohonlah pertolongan pada Allah dan jangan merasa lemah. Dan jika meminpamu sesuatu maka jangan katakan andaikata dulu saya melakukan begini pasti akan begini dan begini, tetapi katakanlah semua adalah takdir dari Allah dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi.” [HR Muslim]

» Bebas dan mandiri

Kita tidak boleh bergantung terhadap makhluk, harus bisa mandiri jika kita bisa mengerjakannya atau mengusahakannya. Kita hanya bergantung kepada Allah dengan tawakkal dan berdoa. Berusaha mengambil sebab-sebabnya dan menyerahkan hasilnya kepada Allah kemudian ridha dengan hasil yang ditentukan Allah. Inilahhakikat tawakkal, .Allah Ta’alaberfirman,

وَعَلَى اللّهِ فَتَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Dan kepada Allah saja hendaknya kalian bertawakal, jika kalian benar-benar beriman.” [QS. Al-Ma’idah: 23].

»Berani menghadapi tantangan dan masalah

Sifat berani harus ada dalam jiwa seorang muslim. Dan dicontohkan langsung oleh NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam. Ditegaskan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu, ia adalah orang yang berkhidmad kepada Nabi sehingga selalu menyertai beliau kemanapun dan kapanpun,Anas bin Malik radhiallahu’anhu berkata,

كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” [HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307]

»Berprinsip,”Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini” dan biasanya punya visi ke depan

Ini jelas prisnsip Islam dalam Al-Quran,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok ; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Al-Hasyr: 18]

Kelemahan Koleris:

» Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)

Sering-sering ingat hadits,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : لَا تَغْضَبْ . فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ :  لَا تَغْضَبْ .

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri no. 6116]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ.

“Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah”. [ HR al-Bukhâri no. 6114 dan Muslim no. 2609]

beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاءَ.

“Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai” [ HR Ahmad (III/440), Abu Dawud (no. 4777), at-Tirmidzi (no. 2021), dan Ibnu Majah (no. 4286) Dihasankan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîh al-Jâmi’ish Shaghîr (no. 6522).]

» Senang main perintah saja, memanipulasi dan menuntut orang lain dan cenderung memperalat orang lain

Hendaknya koleris berpikir bagaimana jika ia sering diperintah-perintah saja, tentu ia tidak akan senang. Perlakukanlah orang lain sebagimana kita ingin diperlakukan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” [HR. Bukhari-Muslim]

» Terlalu kaku dan  keras, tidak terlalu menyukai air mata dan emosi tidak simpatik

Sebaiknya koleris bisa lembut sedikit, dengan kelembutan maka akan mempermudah urusan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه . ولا ينزع من شيء إلا شانه

“Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu, kecuali akan menghiasnya. Tidaklah kelembutan itu hilang dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya” (HR. Muslim no. 2594)

» Sering membuat keputusan tergesa-gesa, tidak terlalu suka yang sepele dan bertele-tele

Tergesa-gesa jelas membuat hasilnya nanti buruk atau bahkan tidak kita dapatkan sama sekali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” [HR. Baihaqi, dihasankan oleh  Al-Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir no.3011]

Dan kaidah fiqhiyah menyatakan,

من استعجل شيئا قبل أوانه عوقب بحرمانه

“Barangsiapa yang terburu-buru ingin mendapatkan sesuatu, maka diberi hukuman dengan tidak mendapatkannya”

» Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf

Ini bukanlah sikap seorang yang berjiwa besar. Mengakui kesalahan merupakan ajaran para nabi. Nabi Adam ‘alaihissalam mengakui kesalahannya dan memohon ampun,

قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. [Al-A’raf: 23]

Nabi Yunus‘alaihissalam mengakui kesalahannya,

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِباً فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَسُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” [Al-Anbiya’:87]

Nabi Musa ‘alaihissalam mengakui kesalahannya,

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Musa berdoa “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [Al-Qashash: 16]

4.PLEGMATIS (Cinta Damai)

Gambaran umum mengenai sifat dasar ini adalah mereka tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, meski ia tidak suka. Baginya kedamaian adalah segalanya. Jika timbul masalah ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya segera selesai.

Kaum plegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin, cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang plegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sanguinis.

Berurusan dengan orang plegmatis bisa serba salah. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin tiak jalan”. Jika kita punya pegawai plegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri.

Kelebihan plegmatis

» Damai, tenang, santai dan teguh, mudah diajak rukun dan mudah bergaul,

Suka perdamaian dan menghindari pertikaian, perpecahan dan konflik adalah sesuatu yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah Ta’ala berfirman,

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ

“Dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) [An- Nisaa:128].

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ

“Dan berpeganglah kalian dengan tali Allah seluruhnya, dan jangan bercerai-berai” [ Ali ’Imran : 103]

» Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik

Kesabaran adalah anugrah terbesar yang harus disyukuri oleh plegmatis. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” [HR. Al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 2421]

»Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana

Plegmatis bisa selamat dari bahaya lidah, karena lidah dan kemaluan yang paling banyak memasukkan seseorang kedalam neraka sesuai dengan hadits,

ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمِلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رسولَ اللهِ. فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا، قُلْتُ: يَا رسولَ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ؟ قَالَ: ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟!

“Kemudian beliau bersabda, “Inginkah kuberitahukan kepadamu penegak dari semua amalan itu?” aku (Muadz) menjawab, “Mau wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya seraya bersabda, “Tahanlah ini,” aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami betul-betul akan disiksa akibat ucapan kami?” beliau menjawab, “Kasihan kamu wahai Muadz, apakah ada yang menjerambabkan manusia di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka kecuali buah dari ucapan lisan-lisan mereka?” [HR. At-Tirmizi no. 2616 dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang menjamin untukku bisa menjaga apa yang ada di antara dua janggutnya (janggut dan kumis) dan apa yang ada di antara kedua kakinya, maka aku menjamin surga untuknya.” [HR. Al-Bukhari no. 6474]

»Berbelaskasihan [sifat rahmah] dan peduli, simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)

Sifat rahmah sudah dicontohkan oleh teladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. AllahTa’ala berfirman,

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”[At Taubah: 128]

» Penengah masalah yg baik

Ini adalah pekerjaan yang mulia, menjadi penengah dan berusaha mendamaikan pihak-pihak yang konflik dan bertentangan..Allah Ta’ala berfirman,

وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا

“Dan kalau ada dua golongan dari kaum mukminin berperang hendaklah kamu mendamaikan keduanya.” [Al Hujuraat: 9]

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat: 10]

»Tidak suka menyinggung perasaan dan menyakiti orang lain serta menyenangkan

Ia bisa lebih selamat dari ancaman sering menyakiti orang lain. Berbeda dengan celotehan ringan sanguin yang kadang menusuk dan tidak pada tempatnya atau perintah dan tekanan dari koleris yang asal saja. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” [Al-Ahzab:58]

Kelemahan pelegmatis

» Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri

Tetap harus semangat sesuai dengan jiwa seorang muslim. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.” [HR. Muslim: 47. Kitab Al Qodar]

»Terkesan malas  dan Kurang antusias

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam mengajarkan kia berlindung kepada Allah dari sifat malas,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” [HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706]

»Suka Menunda-nunda  dan menggantungkan masalah.

Ini sikap yang kurang baik, kita diperintahkan untuk bersegera dalam kebaikan dan berlomba-lomba.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي فقال: “كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل” وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” [HR. Bukhari, hadist Arbain ke-40]

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”. [Al-Baqarah: 148]

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” [Al-Imran:133]

»Menghindari tanggung jawab dan tidak ingin memegang amanah

Padahal setiap kita adalah pemimpin yang akan mempertanggung jawabkan di dunia dan akhirat. Sahabat Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda,

« ألا كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته ، فالأمير الذي على الناس راع وهو مسئول عن رعيته ، والرجل راع على أهل بيته وهو مسئول عنهم ، والمرأة راعية على بيت بعلها وولده وهي مسئولة عنهم ، والعبد راع على مال سيده وهو مسئول عنه ، ألا فكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته » . رواه مسلم

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (pemimpin negara) adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarga nya dan ia akan ditanya tentang mereka. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap rumah suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya.” [HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701]

»Terlalu pemalu dan pendiam

Kelemahan plegmatis adalah agak susah melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, karena ia terlalu pemalu untuk mengajak seseorang untuk beramal dan berdakwah ataupun melarangnya dari hal yang haram. Padahal kita diperintahkan untuk hal ini. Allah Ta’ala berfirman,

كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله

“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan kepada manusia, kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar , dan beriman kepada Allah“. [Ali-Imran :110]

Jika terus-menerus akan berbahaya , Abu ‘Ali ad-Daqqâq rahimahullah berkata,

الْمُتَكَلِّمُ بِالْبَاطِلِ شَيْطَانٌ نَاطِقٌ وَالسَّاكِتُ عَنِ الْحَقِّ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ

“Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara, sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu.” [ad-Dâ` wad-Dawâ` hal. 100, Darul ma’rifah, Magrib, cet. Ke-1, 1418 H, Asy-Syamilah]

Penutup

Satu yang ingin kami tekankan sekali lagi bahwa semua yang berkaitan dengan kemashlahatan dunia dan akhirat sudah diajarkan oleh islam. Mengapa kita masih mencari motivasi, jalan keluar dan prinsip hidup dari orang-orang kafir dan fasik. Mengambil dari filsafat yunani atau filsafat cina dan sebagainya. Boleh-boleh saja jika bersesuaian dengan Islam, tetapi kenapa kita tidak mendahulukan perkataan Allah dan Rasul-Nya, perkataan sahabat, perkataan ulama dan orang-orang shalih.

Yang sering dilakukan oleh umat islam adalah menukil dan menulis perkataan tokoh kafir A, Ilmuan Kafir B, Artis fasik lagi kafir C. Walaupun perkataan mereka ada benarnya juga tetapi sebagai bukti kecintaan dan loyalitas kita, maka kita dahulukan agama Kita. Padahal apa yang mereka katakan berupa prinsip kebaikan sudah ada dalam ajaran agama kita. Inilah bukti bahwa kita sangat jauh dari ajaran agama islam dan jauh dari kitab-kitab para ulama. Kita tidak tahu ternyata itu semua sudah ada dalam islam.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

6 Daulqo’dahl 1432 H, Bertepatan  4 Oktober 2011

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Semoga Allah meluruskan niat kami dalam menulis.

Sumber: http://irilaslogo.wordpress.com/2011/10/04/benang-merah-syariat-dan-empat-sifat-dasar-sanguinis-melankolis/

Dec 9, 20118 notes
#syariat #sifat #dasar #sanguinis #melamkolis #koleris #plegmatis

November 2011

6 posts

Masih Adakah Cinta Bahasa Indonesia?

Oleh Hudjolly

Pesona Bahasa Indonesia kian menarik di mata warga negara asing. Setelah kelas bahasa Indonesia di Mesir dipadati peminat, menyusul pula di Belanda, Austria, Prancis, dan beberapa minggu lalu di Jerman. Ketika warga negara lain berminat mempelajari bahasa Indonesia, rasa bangga menyergap di dada para pengguna bahasa Indonesia. Tetapi rasa bangga itu tidak perlu dipupuk berlebihan agar tidak berubah menjadi mimpi. Menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa berkelas international adalah sebuah mimpi panjang yang mungkin suatu waktu nanti bakal terwujud.

Mempelajari salah satu di antara Bahasa Inggris, Arab, atau Cina merupakan keharusan bagi orang-orang yang berorientasi internationalitas. Ketiga bahasa itu, ditambah Bahasa Prancis, Jerman dan Belanda, telah cemerlang di pasar komunikasi transnasional. Kekuatan negara pemilik bahasa menjadi bedak pesona bagi bahasa yang dipakainya. Kekuatan bisa berkaitan dengan superioritas negara dalam bidang teknologi, penguasaan pasar ataupun bidang kepeloporan ilmu pengetahuan. Prancis, Jerman, dan Belanda telah mempelopori kemajuan dialog ilmu pengetahuan baru, sedangkan Cina menjadi raksasa bisnis yang berpotensi menyaingi Amerika Serikat.

Hal di atas berbeda dengan peminat bahasa Indonesia, yang kebanyakan tertarik karena keelokan negeri atau tuntutan pekerjaan. Keelokan ngarai dan garis pantai, budaya, dan keelokan penduduk negeri (wanita atau pria) merupakan daya tarik yang unik. Tetapi, faktor ini bersifat individual, tidak berkaitan dengan kekuatan atau kepeloporan negara. Selain itu, motif tuntutan pekerjaan merupakan pertimbangan personal dan bersifat kasuistik pada negara-negara yang menjadikan Indonesia sebagai basis market, pemasok bahan baku industri atau bahan bakar untuk negeri mereka. Jelas, alasan mempelajari bahasa Indonesia bukan karena pesona bahasa Indonesia itu sendiri, tetapi justru demi kepentingan negeri asal mereka.

Apapun alasan ketertarikan warga dunia mempelajari bahasa Indonesia, hanya satu masalah pelik yang harus dipecahkan. Masih adakah kecintaan pada bahasa Indonesia ketika bahasa ini dikonsumsi masyarakat dunia? Orang Jerman mempelajari satu demi satu kosakata bahasa Indonesia. Bagi mereka, tentunya setiap kosakata terasa lucu dan asing. Setiap kosakata yang dipelajari juga akan diterjemahkan dalam benak sosial mereka. Sebutan “keluarga” dan “famili” merupakan hal yang relatif asing dalam sistem bahasa yang dilatari oleh individualitas dan kehidupan bebas. Artinya, semakin banyak negara asing mempelajari bahasa Indonesia, kebudayaan negeri ini akan dipandang dalam suatu perspektif para pengucap asing secara khas. Bahasa Indonesia harus siap menerima cara pandang yang berbeda dari pengucap baru. Inilah tantangan pertama.

Masyarakat Indonesia sendiri tidak memiliki satu sistem bahasa yang baku. Istilah “Ejaan Yang Disempurnakan” (EYD) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hanyalah instrumen yang dipergunakan untuk menciptakan koridor berbahasa Indonesia. Demikian pula peletakkan semua kode linguistik bahasa Indonesia. Struktur lisan para pengucap bahasa Indonesia berbeda-beda. Jangan samakan bahasa Indonesia orang Jakarta dengan tuturan Bahasa Indonesia orang Nusa Tenggara, Maluku, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Papua, atau Jawa.

Di satu sisi, penutur bahasa Indonesia telah lama terjangkiti “penyakit” menyerap kosakata baru secara cepat dan semau gue. Tidak peduli lagi dengan koridor KBBI atau EYD, kode linguistik. Kamus telah tertinggal makna. Banyak kata-kata lama yang mulai mendapatkan makna ke-kini-an, seperti kata “demokrasi”, “pemilu”, “kerjabakti”, dan seterusnya. Kata “kerjabakti” adalah kegiatan gotong royong di kampung-kampung, sebuah citarasa khas Indonesia yang hijau 10-20 tahun silam. Makna kekinian, istilah “kerjabakti” diartikan berbeda, yakni pekerjaan yang dilakukan cuma-cuma, gratis, atau bahkan sia-sia. Makna “kerjabakti” semakin kaya. Maklum saja, bahasa Indonesia merupakan gugus tuturan yang masih muda sehingga masih aktif menyerobot makna ke sana ke mari.

Di sisi lain, “polisi bahasa” Indonesia tidak mampu membendung lalu lalang perkembangan bahasa Indonesia di media masa raksasa tanah air. Kolom-kolom tertentu di media besar itu justru membuka dialektika ke-bahasa Indonesia-an yang baru. Misalnya pada kalimat: “Budaya korupsi memberi ke(ny)amanan terhadap konglomerasi.”Model penulisan semacam ini merupakan salah satu cara pemaknaan kekinian, menyatukan makna “aman” dan “nyaman” dalam satu kata: singkat, padat, memikat. Inilah tantangan yang kedua.

Tentu saja dua hal itu tidak dapat diajarkan pada warga asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Dua tantangan itu ditambah pula dengan pergeseran paradigma bahasa Indonesia. Lihat saja ada bahasa kekinian, EYD, ada ejaan yang belum disempurnakan, bahasa Indonesia di masa awal kemerdekaan, di masa Amir Hamzah plus Pujangga Baru, dan “bahasa Indonesia” yang masih berbentuk bahasa Melayu era Raja Ali Haji sampai zaman Hamzah Fansuri. 

Mengajukan seruan konsistensi pemakaian bahasa Indonesia sama dengan “menggarami air laut”. Sinetron dan semua tontonan audio visual justru menuturkan bahasa Indonesia kekinian. Di sinilah relevansi “adab/moralitas” berbahasa yang dulu didengungkan Raja Ali Haji. Tetapi ini tidak mudah.

Paling banter kita hanya perlu mawas diri untuk tetap mempertahankan gengsi pemakaian bahasa Indonesia dibanding pemakaian bahasa internasional lain yang semakin mencengkeram bangku-bangku akademik, seminar dan obrolan orang berkelas. Gengsi berbahasa Indonesia tidak boleh kalah dengan gengsi penguasaan bahasa asing di mimbar ilmiah, di lingkungan kerja, di lapak-lapak dunia maya. Gaung mencintai bahasa Indonesia telah lama hilang. Kini, kita malu karena orang asing lebih jatuh cinta. Masih adakah cinta bahasa Indonesia?

__________

Hudjolly, Peminat Kajian Tradisi

Sumber: http://www.rajaalihaji.com/id/opinion.php?a=OWEvcw%3D%3D=

SumberFoto:http://banggaberbahasaindonesia.wordpress.com/

Nov 28, 20113 notes
#Cinta #Bahasa Indonesia
Nov 28, 2011
“Lakukan yang terbaik tuk memiliki apa yang kamu sukai.
Jika tidak, kamu akan dipaksa tuk menyukai apa yang kamu miliki.”
—gudangkatakata.blogspot.com
Nov 28, 2011
Nov 26, 2011
Nov 26, 2011
Nov 24, 20111 note
Next page →
2011 2012
  • January
  • February 6
  • March 3
  • April 2
  • May 1
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October 2
  • November 6
  • December 2